My activites | Mes activités | Kegiatan saya
I am a student in philosophy, an intermediate learner of French, an English teacher, an English-newspaper proofreader, an English-Indonesian dictionary co-author, a phonetics enthusiast.
Je suis étudiant en philosophie, apprenant intermédiare de français, enseignant d’anglais, correcteur de journal anglais, co-auteur de dictionnaire anglais-indonésien, passionné de la phonetique.
Saya seorang mahasiswa filsafat, pemelajar menengah bahasa Prancis, guru bahasa Inggris, pembaca cetakan percobaan surat kabar bahasa Inggris, rekan penyusun kamus Inggris-Indonesia, peminat fonetik.
My passions | Mes passions | Minat saya
My biggest passion hitherto is being involved in philosophical and linguistic discourses.
Long-term obsession: master at least 9 languages:
*3 languages of the Western philosophy: English, French, German
*3 languages of the Bible: Hebrew, Greek, Latin
*2 Romance languages: Italian, Spanish
*1 Eastern language: Mandarin
La plus grande passion jusqu’à présent c’est me jeter à l’eau de la philosophique et de la linguistique.
Je voudrais maitrîser au moins 9 langues:
*trois langues de la philosophie de l’Ouest : anglais, francais, allemand
*trois langues de la Bible : hébreu, grec, latin
*deux langues romaines : italien, espagnol
*une langue de l’Est : mandarin
Yang terbesar hingga saat ini adalah bergelut dalam diskursus filsafat dan bahasa.
Obsesi jangka panjang: menguasai setidaknya 9 bahasa asing:
* 3 bahasa utama filsafat Barat: Inggris, Prancis, Jerman
* 3 bahasa kitab suci: Ibrani, Yunani, Latin
* 2 bahasa turunan Latin: Italia, Spanyol
* 1 bahasa Timur: Mandarin
Komentar
komentar singkat.
aku rada gimana gitu sama heidegger. tapi ini mungkin karena beda selera, atau mungkin karena aku gak ngerti2 heidegger mau ngomong apa atau mungkin juga karena keterlibatan dia dengan nazi. kayaknya lebih subjektif ketimbang objektif si.
aku lebih ke arah “worldly philosopher” jika meminjam istilah robert heilbroner, yaitu filsuf yang terjun langsung dengan masalah-masalah duniawi, masalah cukup makan atau tidak, bagaimana mengatur negara, dll.
Hi, Membaca sekilas profilmu, saya kira kamu seorang calon pemikir yang bisa serius. Keinginan membaktikan diri dalam sebuah lembaga hidup bakti saya kira baik juga. Domikan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Bosanlah Jesuit melulu. Kebetulan Pastor Yohanes Robini itu senior saya waktu di STF dulu (tahun 1992-an kali ya). Di Manila saya kenal beberapa Dominikan dan saya tahu mereka sangat baik dan serius dalam menggeluti dunia akademik.
So, go on!
Terima kasih atas dukungannya.
bosan Yesuit? sama dong… Haha…
Saya sih juga ngga tau sampai kapan bisa bertahan.
Let’s see then…
Usul dong, Mas. Kalo bisa bahasanya dibuat menjadi lebih rileks, dan tidak terfokus pada tokoh filsafatnya, tetapi subyek/persoalan yang dibahas.
Wah maaf ya kalo bahasanya terkesan kaku…
Tentang fokus pada tokoh filsafatnya, saya kira itu karena saya masih dini dalam tahap berfilsafat… maka, saya sendiri pun masih sebatas menyelami apa yang dipikirkan masing2 filsuf lalu menuliskan kembali.
But thanks, anyway!
yth Erik…
saya tertarik dengan beberapa gagasan dalam tulisan-tulisan dalam blog ini… melalui blog dan fasilitas ini, saya bermaksud untuk bisa diskusi (jelasnya minta ‘bimbingan’ – masukkan atas apa yg tengah saya kerjakan saat ini)… dengan Hireka.
dalam skripsi yang telah saya buat, saya telah memiliki ketertarikan pada strukturalisme, namun saat ini (dalam tesis yang sedang saya garap) saya ingin sedikit meninggalkan paradigma strukturalisme, maka dari itu bagi saya penting untuk bisa berkomuniksi dengan Erik perihal pendekata-pendekatan filsafat. terutama saya ingin mendapat banyak informasi terkait konstruksionisme… keterbatasan buku dan godaan malas baca saat ini menjadi halangan utama saya, tetapi tertolong dengan tulisan2 menarik yang saya temui di blog dan sejenisnya, termasuk tulisan tentang Foucault dan tubuh yang ada dan di tulis dalam blog ini..
saya harap kedepan saya bisa bertanya lebih fokus tentang bahasan konstruksionisme.. o iya judul tesis saya: perempuan dan konstruksi tubuh estetis. masukan dan umpan balik komentarnya saya tunggu.
Pepep
Tesis? Berarti mahasiswa S2?
Hmm, sejujurnya, saya juga seperti Anda; belum terlalu memahami filsafat postmodernisme. Lagi pula, saya saat ini sedang cuti kuliah dan sedang berfokus penuh mempelajari bahasa Inggris dan Latin.
Hmm, saya mungkin hanya bisa mengusulkan satu buku ini untuk dibaca: “Postmodernisme: Tantangan bagi Filsafat” oleh Bambang Sugiharto, penerbit Kanisius (kadang-kadang saya menyempatkan diri baca buku ini)….
Jadi, maaf ya saya tidak bisa memuaskan permintaan Anda…
Segera bebaskan dari belenggu dogmatis, walaupun telah berumur ribuan tahun…
Votre blog sont bonnes (perancis) dan your blog is very good. Salam kenal.
salam kenal admin, tetap ngeBlognya… semangat…
Terima kasih! Salam kenal…