Arsip Kategori: introduction to philosophy

The Meaning of Meaning

What is the meaning of ‘meaning’? (from a lecture on philosophy of language podcast by the University of Oxford) A friend of mine replied, ‘That’s like typing google into Google.’ I said, ‘Or dialling the number of your own mobile.’

Itu Bukan Tujuan Filsafat, kok!

Beberapa pemahaman tentang tujuan filsafat yang sering salah dimengerti, antara lain: Filsafat tidak bertujuan untuk bersaing dengan sains Dua bidang ilmu hanya dapat bersaing jika objek kajian kedua bidang itu pada prinsipnya sama. Persoalan-persoalan konseptual yang menjadi perhatian para filsuf berbeda jenisnya dengan proses alam yang menjadi kajian ilmuwan. Para ilmuwan berusaha menjelaskan fenomena alam, [...]

Filsafat Mendahului Sastra? Sebuah dialog antarkawan kuliah filsafat

Apa benar Filsafat tidak hanya mendahului Agama tetapi juga mendahului sastra? Satu kawan saya menyanggah tesis di atas.

Extension Course Filsafat STF Driyarkara 2009: Kuasa dan Keterbatasan Nalar Manusia

Agustus s.d. Desember 2009, Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara membuka Extension Course Filsafat dengan tema “Kuasa dan Keterbatasan Nalar Manusia: Belajar dari Sejarah Filsafat Barat Modern.” Kursus ini terbuka untuk umum.

Filsafat mendahului Agama?

Dewey Decimal Classification (DDC): Pernahkah kamu sadari bahwa kode buku-buku Filsafat (yaitu 100) mendahului kode buku-buku Agama (yaitu 200)?

Berfilsafat dan Berkomik Sekaligus….

Berfilsafat tidak mesti ribet. Dengan komik “Filsuf Jagoan!” terbitan KPG, berfilsafat menjadi lebih ringan dan menghibur!

“Lysis”, Sahabat di Mata Sokrates

Apa sih arti sahabat? Pertanyaan itu juga diajukan Sokrates. Dalam bukunya “Lysis”, Sokrates mengajak kita berpikir tentang arti persahabatan.

Majalah “Islam belatung” = Melakukan yang baik untuk menghindari hukuman

Materi dalam majalah “Islam belatung” hanya mengumbar amanat berbuat baik demi meraih surga dan menghindari neraka. Benarkah?

Semakin banyak umat beragama yang “know how”, tetapi tidak “know why”?

Inilah perbedaan antara umat beragama yang sekadar “know how” (tahu bagaimana), dengan mereka yang juga “know why” (tahu mengapa).

“Buat apa kita masih berusaha berfilsafat ketika Allah sudah memberitahu secara pasti lewat Kitab Suci?”

Buat apa berfilsafat ketika Allah sudah memberitahu secara pasti lewat Kitab Suci? Ternyata, ada 4 hal mengapa Agama TIDAK membuat Filsafat TIDAK PERLU dipelajari.

Sampai kapan kita meringkuk nyaman dalam “Gua”?

Pengantar Filsafat: mitos gua Plato. Perumpamaan dari Platon tentang pentingnya berfilsafat dengan tidak merasa cepat puas akan common sense.

Mengapa Berfilsafat?

Filsafat, mengapa tidak? Jawaban terbaik atas masalah seseorang tentang hidup hanya bisa ditemukan melalui pemikirannya sendiri—dengan kata lain, berfilsafat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.