Arsip Kategori: phenomenology

Metafora tidak pernah memadai?

Pikiran saya ini ternyata terus mencoba-coba mencari sesuatu untuk dipikirkan. Dan sesuatu itu, kali ini, adalah METAFORA. Bukan tanpa alasan saya tergiur untuk menelisik dalamdalam ihwal Metafora ini. Ceritanya begini. Saya “berdebat” dengan salah seorang sahabat karib saya tentang gaya seseorang dalam berteman. Kita pasti kenal ungkapan semisal “berteman bagaikan sumur” dan “berteman bagaikan laut” [...]

Heidegger, Kematian, dan Otentisitas Manusia

Berbincang soal kematian, kita tentu tidak akan melewatkan Martin Heidegger. Filsuf yang satu ini memiliki satu pokok pemikiran, yang menurut saya, sangat relevan dalam menghayati kematian sebagai milik setiap manusia individual. Alih-alih ikut dalam arus common sense “Ya, semua manusia toh akan mati”, Heidegger mengingatkan bahwa kematian bukanlah sekadar fenomena biasa yang berlaku sama saja [...]

Jean-Paul Sartre: Kepribadiannya dari Perspektif Karen Horney

[catatan: Artikel berikut aslinya berupa paper yang dikerjakan dalam rangka memenuhi tugas matakuliah Psikologi Kepribadian. Pengguna yang ingin memanfaatkan isi artikel ini diharapkan tidak lupa mencantumkan alamat blog ini sebagai sumber. Daftar pustaka sengaja tidak ditampilkan.] KEPRIBADIAN JEAN-PAUL SARTRE MENURUT TEORI PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY “L’enfer c’est les autres.” “Neraka, itulah orang lain.” —Sandiwara Huis [...]

Heidegger: agama bukanlah hal pertama

Untuk memahami eksistensi manusia, Heidegger menganjurkan agar kita menunda ihwal agama dahulu. Bukankah agama sejatinya ialah hasil sosialisasi sejak kecil? Bagaimana jika sosialisasi ini tidak ada?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.